Skip to main content

Pendiri HMI, Bukan Pahlawan Baru

Oleh. Moh. Makinun amien
Kabid KPP HMI Cab. Pamekasan Komisariat Al-Khairat.
Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berhak menyandang Pahlawan Nasional. Beliau bukan pahlawan baru yang tidak dikenal, beliau adalah bapak perumus rumah ideologi keislaman dan kebangsaan yang melahirkan cendikiawan dan intelektual muslim indonesia serta berkontribusi besar untuk membina insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terbentuknya mayarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala.

Lafran Pane merupakan penggagas yang secara sungguh-sungguh menekuni citanya. Spirit keislaman yang sangat tinggi dapat diamati dari keteguhannya mempertahankan kometmennya semasa Indonesia dalam pergolakan ketidak pastian pemerintah pada masa-masa awal kemerdekaan. Saat jepang menggantikanperan belanda, bersama pemuda lainnya, Lafran Pane termasuk dalam golongan pemuda binaan kaingun (Angkatan Laut Jepang). Ketika jepang menyerah pada sekutu tanggal 14 Agustus 1945 saat itu pemuda-pemuda, termasuk Lafran Pane mengikrarkan: “Tidak mau menerima kemerdekaan Indonesia dari jepang seperti apa yang dipersiapkan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ikrar itu dicetuskan dijalan menteng raya 31 Jakarta (Sekarang bernama gedung juang). (Lihat, Hariqo Wibawa Satria, Lafran Pane Jejak Hayatdan Pemikirannya, hal. 68)

Itu hanya sebagian dari bentuk perjuangan dan kegigihan pribadi Lafran Pane. Namun, yang lebih dari itu adalah karakter yang beliau tanamkan pada HMI ruh Independensi organisatoris dan etis yang membuat kader atau alumni HMI sampai sekarang menjadi ujung tombak meneruskan perjuangan para pahlawan, rumah ideologi yang dibangun pada 5 Februari 1947 M bersama sembilan kawan lainya sekarang menjadi organisai terbesar dan tertua di Indonesia. Namun peran HMI yang terpenting mewujudkan Lima kualitas inan cita, yang tulah penulis uraikan diatas; insan akademis, insan pencipta, insan pengabdi, insan yang bernafakan islam, insan yang bertanggung jawab atas terbentuknya mayarakat adil makmur yang diridhai Allah swt. Dengan demikian, setiap kader HMI sanggup menjahid jaringan kesatuan NKRI dengan mendasari konsep ideologis islam dan ke Indonesiaan yang tumbuh subur di seluruh tanah ibu pertiwi. Dimana bumi tempat anak HMI menanamkan kaki untuk berkhidmat disitu tertanam dan tumbuh spirit ke Islaman dan Ke Indonesiaan. Sehingga ekistensi HMI bagai pohon bernyawa dengan tanah dimanapun ia tumbuh.

Jika membahas ayahanda Lahran Pane maka akan membahas HMI, tentang anugerah seorang putera bangsa menjadi pahlawan Nasional yang telah dilakukan pengkajian 27 kali di 27 Universitas di Indonesia yang diapresiasi oleh para rektor. Yang lebih penting lagi, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut bukanlah hadiah politik Presiden Jokowi seperti yang Shikka Songge katakan. Namun, memang selayaknya gelar pahlawan tersebut di berikan kepada ayahanda Lafran Pane karena peran besar yang telah ditorehkan HMI untuk negeri ini.

Comments

Popular posts from this blog

HMI Al-Khairat Adakan Diskusi - Nobar Pringati G30SPKI

Tiga dari kanan: Ketua Umum HMI Al-Khairat Ahamad Suhri mendampingi pembicara Ust. Muhammad Khalilurrahman.  Palengaan - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Komisariat Al-Khairat adakan Diskusi hingga Nonton bareng film gerakan 30 september Partai Komunis Indonesia (G30SPKI) di halaman gedung komisariat, jln. Masjid Bentoul Potoan Daya Palengaan Pamekasan, Rabu (02/10/2019). Untuk mengisi kajian, kawan-kawan HMI Al-Khairat mendatangkan Ust. Muhammad Khalilurrahman salah satu asatidz Pon. Pes Mambaul Ulum Bata-bata yang banyak paham tentang sejarah Indonesia dan Sejarah Islam secara umum. Kegiatan yang di mulai setelah shalat isya' tersebut diikuti puluhan kader HMI Al-Khairat yang membahas tentang sejarah masuknya PKI ke Indonesia hingga puncak gerakan 30 sepetember, termasuk dinamika pergerakannya. Agenda ini merupakan inisiatif Kabid Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Ahmad Rofiqi dan Ubaidillah, mereka berharap dengan mengingat kembali...

Film The Santri dalam Sorotan

Moh. Khozin Rohman (Wa Sekum Kabid PPPA HMI Al-Khairat, Pamekasan)  Oleh. Moh. Khozin Rohman * Opini - Perdebatan yang tiada henti tentang perselisihan antar pro dan kontra terhadap  penayangan film “the santri” dimulai dari munculnya trailer yang menampilkan sedikit scene yang menurut beberapa golongan memberikan pesan yang tidak mencerminkan tradisi pesantren itu sendiri. Disisi lain ada juga yang bangga dengan adanya film the santri yang syarat akan hikmah dan amanah positif, menggambarkan pesantren Indonesia dan tradisinya yang selalu teguh terhadap ajaran agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Film yang akan di rilis oktober ini mengulas tentang nilai dan tradisi pembelajaran di pondok pesantren yang mandiri, sederhana, toleran, dan cinta tanah air. Kritik muncul setelah trailer di tayangkan. Banyak kalangan dari ummat muslim tidak merasa perlu menonton utuh filmnya di bioskop nanti untuk menyatakan menolak. Seperti yang di utarakan oleh beberapa tokoh,...

Closing Ceremony LK1 HMI Al-Khairat

Dari Kanan : Moh. Makinun Amien (SC), Nurul Huda (MoT), Ach. Hokim (Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan), Ahmad Suhri (Ketua Umum HMI Komisariat Al-Khairat), dan Moh. Khozin Rohman (Ketua Panitia) Kertagenah - Closing Ceremony Latihan Kader 1 HMI Cabang Pamekasan Komisariat Al-Khairat berjalan efektif di aula SMA Miftahul Ulum (Yaspimu) Kertagenah Tengah Kadur Pamekasan, Senin (11 November 2019) Kegiatan penutupan LK1 tersebut sejak pukul 05.00 Wib, sebelumnya diagendakan pukul 04.30, namun ada beberapa berkas administrasi belum selesai sehingga lambat tiga puluh menit, ungkap Moh. Khozin Rohman selaku ketua panitia. Iya juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa "Lulus Latihan Kader 1 ini bukan akhir dari peroses, tapi ini merupakan awal dari perjuangan" pungkasnya. Disambung juga oleh Ketua Umum HMI Komisariat Al-Khairat Ahmad Suhri dalam sambutannya mengajak kader yang baru selesai mengikuti latihan tersebut untuk selalu semangat berjuang mengabdi untuk bangsa da...