Skip to main content

Film The Santri dalam Sorotan

Moh. Khozin Rohman (Wa Sekum Kabid PPPA HMI Al-Khairat, Pamekasan) 
Oleh. Moh. Khozin Rohman *
Opini - Perdebatan yang tiada henti tentang perselisihan antar pro dan kontra terhadap  penayangan film “the santri” dimulai dari munculnya trailer yang menampilkan sedikit scene yang menurut beberapa golongan memberikan pesan yang tidak mencerminkan tradisi pesantren itu sendiri.

Disisi lain ada juga yang bangga dengan adanya film the santri yang syarat akan hikmah dan amanah positif, menggambarkan pesantren Indonesia dan tradisinya yang selalu teguh terhadap ajaran agama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Film yang akan di rilis oktober ini mengulas tentang nilai dan tradisi pembelajaran di pondok pesantren yang mandiri, sederhana, toleran, dan cinta tanah air.

Kritik muncul setelah trailer di tayangkan. Banyak kalangan dari ummat muslim tidak merasa perlu menonton utuh filmnya di bioskop nanti untuk menyatakan menolak. Seperti yang di utarakan oleh beberapa tokoh, bahwa trailer yg di tayangkan tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri di pesantren yang sebenarnya.

Menurut mereka, santri yang sebenarnya adalah orang yang berpegang teguh dengan tali Allah yang kuat, mengikuti sunnah Rasullah, dan teguh pendirian disetiap waktu. Dan the santri di anggap tidak memenuhi itu.

Juga tidak sedikit dari beberapa tokoh  yang menganggap film the santri tidak bertentangan dengan agama, mereka menganggap amanat yang disampaikan dalam film tersebut menggambarkan tiga cinta : cinta kepada sesama muslim , cinta kepada sesama warga Negara, dan cinta kepada sesama manusia tanpa melihat identitas.

Dampak dari banyaknya perbedaan pendapat yang terjadi dari beberapa golongan tersebut, maka juga tidak sedikit, masyrakat awam yang bertanya-tanya “Siapa yang paling benar diantara pendapat tersebut”.

Dari kejadian ini, nampaknya sangat penting memeberikan pemahaman untuk menedukasi masyarakat yang baik dan mampu menjadi penengah di antara kedua pendapat tersebut, kita di tuntut untuk mengetahui yang memang bennar-bennar tidak bertentangan dengan agama atau sebaliknya, kita di tuntut untuk profesional dalam memberikan pemahaman.

Hemat penulis, jika nanti film the santri di tayangkan di bioskop maka kita seharusnya mampu memposisikan diri kita sebagai pengamat, bukan penikamat. Jika memang salah satu adegan di film tersebut tidak sesuai dengan ajaran syariaat, maka bagaimana kita bisa menegur atau memberikan keritik bahwa pesantren tidak mengajarkan sedemikian rupa, dengan harapan agar orang awam tidak berperasangka buruk terhadap pesantren.

Pesantren layak kita banggakan mengingat jasanya sangat besar untuk negeri ini dan banyak mencetak putra putri bangsa yang hebat, pesantren tak pantas untuk kita cederai ke suciannya dengan cara atau alasan apapun.

Penulis sebagai alumni pesantren berharap, semoga orang-orang yang pro dan yang kontra terhadap penayangan film the santri memang murni untuk menegakkan Agama Allah. Ada sebuah kaidah fiqh yang menjelaskan: 'Apabila berlawanan antara yang mencegah dan yang mengharuskan, dahulukan yang mencegah' karena pencegahan dari perkara tersebut merupakan keharusan. Allahu 'alam...

* Mahasiswa Semester V Prodi Perbankan Syariah.

Comments

Popular posts from this blog

HMI Al-Khairat Adakan Diskusi - Nobar Pringati G30SPKI

Tiga dari kanan: Ketua Umum HMI Al-Khairat Ahamad Suhri mendampingi pembicara Ust. Muhammad Khalilurrahman.  Palengaan - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Komisariat Al-Khairat adakan Diskusi hingga Nonton bareng film gerakan 30 september Partai Komunis Indonesia (G30SPKI) di halaman gedung komisariat, jln. Masjid Bentoul Potoan Daya Palengaan Pamekasan, Rabu (02/10/2019). Untuk mengisi kajian, kawan-kawan HMI Al-Khairat mendatangkan Ust. Muhammad Khalilurrahman salah satu asatidz Pon. Pes Mambaul Ulum Bata-bata yang banyak paham tentang sejarah Indonesia dan Sejarah Islam secara umum. Kegiatan yang di mulai setelah shalat isya' tersebut diikuti puluhan kader HMI Al-Khairat yang membahas tentang sejarah masuknya PKI ke Indonesia hingga puncak gerakan 30 sepetember, termasuk dinamika pergerakannya. Agenda ini merupakan inisiatif Kabid Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Ahmad Rofiqi dan Ubaidillah, mereka berharap dengan mengingat kembali...

Closing Ceremony LK1 HMI Al-Khairat

Dari Kanan : Moh. Makinun Amien (SC), Nurul Huda (MoT), Ach. Hokim (Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan), Ahmad Suhri (Ketua Umum HMI Komisariat Al-Khairat), dan Moh. Khozin Rohman (Ketua Panitia) Kertagenah - Closing Ceremony Latihan Kader 1 HMI Cabang Pamekasan Komisariat Al-Khairat berjalan efektif di aula SMA Miftahul Ulum (Yaspimu) Kertagenah Tengah Kadur Pamekasan, Senin (11 November 2019) Kegiatan penutupan LK1 tersebut sejak pukul 05.00 Wib, sebelumnya diagendakan pukul 04.30, namun ada beberapa berkas administrasi belum selesai sehingga lambat tiga puluh menit, ungkap Moh. Khozin Rohman selaku ketua panitia. Iya juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa "Lulus Latihan Kader 1 ini bukan akhir dari peroses, tapi ini merupakan awal dari perjuangan" pungkasnya. Disambung juga oleh Ketua Umum HMI Komisariat Al-Khairat Ahmad Suhri dalam sambutannya mengajak kader yang baru selesai mengikuti latihan tersebut untuk selalu semangat berjuang mengabdi untuk bangsa da...