![]() |
| Selesai kegiatan : Semua kader lakukan foto bersama |
Tamberu Alet - Lembaga Pengembangan Intelektual (LPI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pamekasan Komisariat Al-Khairat, laksanakan kajian mingguan yang dikemas dengan kencan Ilmiah bersama Ketua Umum HMI Al-Khairat Ahmad Suhri di pantai Cemara tamberu alet barat, kemarin Ahad (13/10/2019).
Kegiatan yang diikuti puluhan kader LPI HMI Al-Khairat tersebut dimulai sejak pukul 13.00 dari bescam LPI HMI Al-Khairat menuju lokasi acara dengan kendaraan motor dan mobil. Mengangkat tema : "Mengembalikan Giroh ber-HMI dengan Mengenal Sosok Ayahanda Lafran Pane"
Setiba di lokasi acara, kawan-kawan HMI tersebut langsung membentuk khalaqah (lingkaran) di tengah-tengah Pohan Cemara di pinggir pantai utara daerah Madura.
Ahmad Suhri selaku pemateri menyampaikan Napak tilas perjuangan ayahanda Lafran Pane dalam mendirikan HMI, termasuk gerak perjuangan keislaman dan keindonesiaan yang tetap bertahan hingga sekarang.
"Paling berharga tradisi yang diwariskan Ayahanda Lafran Pane kepada kita semua adalah, tradisi kesederhanaannya". Seperti yang diungkapkan Iqbal puteranya yang dikutip A. Fuadi dalam buku Merdeka Sejak Hati bahwa Lafran Pane adalah salah satu orang yang harus "dipaksa" dulu untuk mau jabatan atau kedudukan tinggi.
"Kekuasaan bukan alat untuk memperkaya diri sendiri, tapi untuk memperkaya bangsa. Inilah yang menurutku kebiasaan yang benar, bukan membenarkan yang biasa" ungkap Suhri yang mengutip penggalan buku tersebut.
Sementara antusias kader LPI untuk mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi, militansinya dibuktikan dengan kelangsungan acara pro aktif, dan tetap kondusif. Dari permulaan kajian hingga selesai. Hemyadi Ketua Umum LPI Al-Khairat, mengapresiasi atas kekompakan kader-kadernya.
"Terima kasih atas semangat juangnya yang tak pernah pupus hingga saat ini, pejuang dan berjuang itu HMI", ungkapnya yang kemudian dia mengakhiri acara dengan doa. (Kin)


Comments
Post a Comment